Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tempat Makanan Yang Terdapat Bisphenol A Berbahaya

Di saat ini, dari beberapa tempat makanan yang kita konsumsi setiap hari, beberapa mempunyai kandungan Bisphenol A (BPA) didalamnya. Walau sebenarnya, kandungan itu dapat berpengaruh bahaya khususnya pada anak-anak.

Dokter specialist anak yang anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Irfan Dzakir Nugroho, sampaikan jika toksisitas BPA sudah jadi perhatian, khususnya di beberapa negara Eropa dan Amerika.

Tempat Makanan Yang Terdapat Bisphenol A Berbahaya

"Toksisitas BPA memunculkan beragam penyakit, dampaknya benar-benar luas di beberapa barisan. Telah banyak study yang menunjukkan hal itu, dan untuk menghindarinya diperlukan peraturan protektif yang menghindari warga dari bahaya BPA," kata Irfan dalam pertemuan jurnalis Centre for Public Kebijakan Studies (CPPS) beberapa lalu.

Dia menambah, BPA berada di semua anggota badan dan telah banyak study menunjukkan jika bahaya BPA berkaitan dengan masalah hormonal, kanker, penyakit saraf dan kegemukan. Irfan menjelaskan, ada jalinan yang kuat di antara paparan BPA dan masalah sikap manusia, khususnya pada anak-anak.

Pentingnya Usaha Protektif

BPA ini seperti estrogen pada tubuh, hingga mengusik perubahan organ seksual pada anak-anak, ucapnya. Irfan menambah jika usaha protektif yang bisa dilaksanakan dengan menghindar pemakaian produk memiliki kandungan BPA dan memberi ASI langsung, kurangi mengonsumsi makanan pada paket plastik, dan tidak memanasi makanan dalam paket plastik di microwave.

Menyikapi pertanyaan mengenai tingkat batasan BPA, Irfan berasa memerlukan penilaian dan koreksi dari batasan aman yang ada sekarang ini.

Dari sudut pandang pelindungan anak, Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Pelindungan Anak (Komnas PA) memberi keterangan jika anak-anak mempunyai hak atas kesehatan dan hak atas hidup yang ditata dalam Pakta Federasi Bangsa Bangsa (PBB).

Arist mengatakan jika Pemerintahan menggenggam amanah Undang Undang Pelindungan Anak No. 35 Tahun 2014. Hak ini ialah hak yang paling esensial, bebernya.

"Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai wakil pemerintahan mempunyai wewenang membuat perlindungan warga. Jika kita ingin membuat desain peraturan BPA yang pas, karena itu kita harus balikkan ke Pemerintahan," tegasnya.

Tidak ada toleran BPA pada hak kesehatan anak, ibu hamil dan bayi, sambungnya. Komnas anak telah lakukan beragam kampanye perduli kesehatan ibu hamil.

"Hingga kelak jika pemerintahan belum juga membuat peraturan BPA yang pas, minimal beberapa ibu dan anak-anak bisa menghindar paket yang memiliki kandungan BPA," ujarnya.