Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pesan Makanan Kini Makin Mudah Dengan Aplikasi

Di tengah pandemi, salah satu platform yang paling menunjang tetap suksesnya UMKM untuk tetap bertahan adalah aplikasi pesan antar makanan. Dua yang paling populer adalah GoFood dan GrabFood.

Lalu, mana yang paling banyak digunakan orang Indonesia? Dalam riset yang dilakukan lembaga survei CLSA, mayoritas atau 35 persen masyarakat lebih memilih GoFood dan sebesar 20 persen memilih GrabFood.

Analis CLSA, Jonathan Mardjuki, dalam catatan risetnya mengatakan survei dengan tema pesan-antar makanan online dipilih sebab sektor ini merupakan salah satu bisnis yang paling menguntungkan di tengah pandemi.

"Pandemi telah mengubah dinamika bisnis di seluruh industri dan pengiriman makanan online mendapat manfaat dari perubahan tersebut. Survei kami menunjukkan bahwa 70 persen dari 450 responden lebih sering memesan makanan secara online daripada sebelumnya," ungkapnya dalam laporan riset yang dikutip dari Tekno Liputan6.com.

Survei dilakukan terhadap 450 responden, di mana mayoritas berasal dari Jakarta dan Bodetabek.

Pembagian Survei

Survei itu sendiri dibagi dalam beberapa segmen. Berdasarkan pendapatan bulanan pada responsen, proporsinya (19-23 persen) relatif sama untuk golongan Rp 4-6 juta, Rp 7-10 juta, Rp 11-20 juta dan di atas Rp 20 juta.

Sementara 10 persen responden berpenghasilan di bawah Rp 3 juta atau tidak memiliki penghasilan bulanan sama sekali seperti pelajar atau mahasiswa.

Hasil survei didasarkan pada tingkat pendapatan, preferensi merek, seberapa teratur mereka memesan makanan secara online, dan beberapa faktor lainnya.

Hasilnya, lebih banyak orang memilih GoFood yaitu sebesar 35 persen dan 20 persen untuk Grab, sedangkan 43 persen responden menggunakan kedua aplikasi.

"Go-Food, menurut kami, memiliki pelanggan yang lebih setia, di mana tiga keuntungan teratas dari penggunaan aplikasi adalah familiar dengan aplikasi, ketergantungan pada GoPay, dan ramah pengguna," ungkap Jonathan.

Sementara GrabFood pada kondisi sebaliknya. Sebab, menurut hasil riset, sebesar 60 persen responden percaya diskon besar adalah keuntungan utama.

"Kami menemukan pelanggan Gojek lebih loyal, sedangkan Grab mengandalkan komersialitas. Kami juga menilai Grab lebih agresif dalam mengamankan pelanggan. Secara keseluruhan, menurut kami persaingan yang sehat antara kedua raksasa ini akan berdampak positif bagi pasar Indonesia," tuturnya.

Kenaikan Pangsa Pasar

Dengan kekuatan brand yang dimiliki sebagai karya Indonesia, CLSA memperkirakan pangsa pasar Gojek akan terus naik mencapai 58 persen, sementara Grab 42 persen.

Angka pengguna aktif bulanan Gojek di perangkat Android juga lebih tinggi dibandingkan Grab.

Berdasarkan survei, CLSA juga berpendapat bahwa pelanggan kini telah mengalihkan fokus pada aspek-aspek seperti kenyamanan aplikasi ketimbang pengiriman yang lebih cepat atau tingkat pembatalan yang lebih rendah oleh pengemudi, seperti di masa-masa awal.